Dianggap Rakus Kuasai Banyak Jabatan, Warga Minta Oknum Guru P3K Dicopot

Tulang Bawang Barat – Warga di wilayah Tiyuh Gilang Tunggal Makarta, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, melontarkan kritik keras dan menuntut pencopotan terhadap seorang warga yang bernama Sarjo. Sosok yang bersangkutan kini dianggap rakus dan serakah karena dinilai menguasai serta memegang rangkap berbagai jabatan strategis di lingkungan desa tersebut secara bersamaan.

Menurut informasi yang dihimpun, Sarjo diketahui menjabat di empat posisi penting sekaligus, yaitu sebagai tenaga pengajar atau Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dengan status kerja penuh waktu, kemudian menjabat sebagai Ketua Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT), Ketua Karang Taruna, serta menjabat pula sebagai Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di tiyuh setempat.

Menurut pandangan warga, penumpukan jabatan dalam satu orang ini sangat tidak wajar, bahkan dinilai berpotensi menimbulkan penyalahgunaan wewenang, monopoli pengelolaan anggaran, serta praktik nepotisme. Warga merasa peluang bagi warga lain yang berkompeten dan berniat baik untuk mengabdi dan memajukan desa menjadi tertutup, karena satu orang saja sudah memegang kendali di berbagai sektor pengelolaan, baik bidang pendidikan, usaha desa, kepemudaan, maupun bidang pertanian yang merupakan sektor utama masyarakat setempat.

“Sudah sangat berlebihan, satu orang memegang segala kekuasaan. Jadi semua urusan seolah-olah ada di tangan dia saja. Kami anggap ini perilaku rakus, tidak mau memberi kesempatan pada yang lain. Bagaimana mungkin seseorang bisa fokus dan bekerja sungguh-sungguh kalau jabatan yang dipegang begitu banyak, padahal sebagai Guru P3K saja sudah tugas penuh waktu,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Minggu (24/5/2026).

Selain dinilai menutup ruang partisipasi warga lain, kondisi ini juga memicu kekhawatiran besar terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa maupun bantuan pemerintah. Sebelumnya, nama Sarjo juga sudah santer dibicarakan warga terkait pengelolaan Dana Desa dan pembagian pupuk bersubsidi, yang mana saat ini sedang disorot dan diminta agar diperiksa oleh Inspektorat serta aparat penegak hukum.

Warga khawatir, dengan memegang jabatan Ketua Gapoktan dan Ketua BUMT sekaligus, pengaturan aliran dana maupun penyaluran bantuan pertanian berisiko besar dikuasai sepihak demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu saja, bukan untuk kepentingan masyarakat luas.

Atas kondisi tersebut, warga secara tegas menyampaikan tuntutan agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas. Mereka meminta Sarjo segera dicopot dari jabatan-jabatan yang dipegangnya, terutama jabatan struktural dan pengelola organisasi kemasyarakatan maupun usaha desa. Warga menekankan bahwa satu orang sebaiknya hanya memegang satu jabatan saja agar tanggung jawab jelas, kinerja terawasi, dan kesempatan mengabdi dapat dibagikan secara adil kepada warga lainnya.

Warga berharap permintaan mereka didengar dan ditindaklanjuti agar pengelolaan pemerintahan dan pembangunan di Tiyuh Gilang Tunggal Makarta kembali bersih, terbuka, dan dapat di percaya. (Reki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *